Semparuk – Suasana di ruang praktik Kompetensi Keahlian Desain Produksi Busana (DPB) SMKN 1 Semparuk tampak berbeda dari biasanya. Deru mesin jahit dan konsentrasi tinggi terpancar dari wajah para siswa kelas XII yang tengah menempuh Uji Kompetensi Keahlian (UKK) sebagai syarat kelulusan sekaligus pembuktian kompetensi mereka di dunia mode.

UKK tahun ini menjadi momentum penting bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka, mulai dari pembuatan pola, pemotongan bahan, hingga teknik menjahit tingkat tinggi (finishing). Dalam pelaksanaan UKK kali ini, aspek yang dinilai tidak hanya sekadar hasil jadi pakaian, tetapi juga efisiensi kerja dan ketepatan teknik sesuai standar industri fashion.
Untuk menjaga objektivitas dan kualitas lulusan, SMKN 1 Semparuk menggandeng Penguji Eksternal yang berasal dari praktisi industri busana dan pemilik fashion house ternama. Kehadiran penguji dari luar sekolah ini bertujuan untuk memastikan bahwa keterampilan siswa memang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

“Kami tidak hanya melihat baju yang sudah jadi, tapi bagaimana proses mereka memecahkan masalah saat kain sulit dibentuk atau detail yang rumit. Siswa SMKN 1 Semparuk menunjukkan progres yang luar biasa,” ujar salah satu tim penguji di lokasi.
Dengan tuntasnya pelaksanaan UKK ini, para siswa diharapkan mampu membawa nama baik sekolah melalui karya-karya kreatif yang tidak hanya estetis, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi di industri kreatif tanah air.





